Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2016

Kesenian Tradisioanal Gunung Kidul

     Di daerah Gunung Kidul banyak terdapat kesenian tradisional baik itu khas dari Gunung Kidul maupun Jawa pada umumnya yang paling populer dan masih lestari hingga sekarang yaitu Wayang Kulit dan Kethoprak tetapi untuk kesenian Kethoprak ini sudah jarang dipentaskan atau digelar hanya desa-desa tertentu saja yang masih memiliki group dan menggelar Kethoprak ini untuk mengisi acara - acara tertentu seperti hajatan hari jadi suatu daerah hari kemerdekaan dan lain-lain, kalau dahulu banyak dipentaskan pada acara hajatan warga tetapi sekarang untuk acara hari-hari besar tertentu tapi untuk Wayang Kulit masih banyak digelar baik acara hajatan warga maupun acara-acara instansi tertentu seperti Rasulan atau hari kemerdekaan hari ulang tahun daerah dan lain-lain.

     Selain Wayang Kulit dan Kethoprak ada kesenian Jathilan,Reog,Jaran Dor dan Tari-tarian khas juga Campur Sari yang mengkombinasikan seni tradisional dan modern. Jathilan, Reog dan Jaran Dor biasanya dipentaskan pada acara-acara khusus dan tradisi sudah jarang kecuali dipelosok perkampungan yang masih setia memegang tradisi ini.


     Marilah kita jaga dan lestarikan seni dan budaya asli kita dengan cara mencintai nya jangan terpengaruh budaya luar dan menirunya pakailah budaya dan gaya kita sendiri agar ciri khas dan keunikan kita sebagai warga Gunung Kidul khususnya dan Indonesia pada umumnya tetap menjadi identitas dan nilai luhur tanpa terpengaruh budaya luar yang kurang sesuai dengan budaya kita. 

Selasa, 14 Juni 2016

Tradisi Rasulan

     Rasulan atau bersih desa hampir dilaksanakan seluruh dusun di Gunung Kidul setiap tahun dengan mengundang group kesenian wayang kulit sebagai puncak acara kegiatan rasulan ini, biasanya dilaksanakan pada musim panen atau musim kemarau merupakan acara yang dilakukan masyarakat desa setempat untuk mengungkapkan rasa syukur atas panen dan kecukupan sandang pangan selama setahun kebelakang kepada Yang Maha Kuasa.

     Hingga saat ini masih banyak dusun-dusun di Gunung Kidul yang menyelenggarakan tradisi rasulan ini terutama desa-desa yang masih menjunjung tinggi adat dan tradisi tetapi banyak juga dusun atau desa yang sudah meninggalkan acara ini karena menganggap hal itu bertentangan dengan ajaran agama islam yang syar'i sehingga acara semacam itu dikategorikan bid'ah atau suatu tradisi tanpa tuntunan dari nabi.

     Tetapi masih banyak juga dusun atau desa-desa yang melaksanakan acara tradisi rasulan ini apalagi setelah hari raya idul fitri nanti pasti banyak sekali warga pada suatu dusun atau desa-desa yang menggelar acara rasulan dengan berbagai kegiatan dan hiburan berupa campur sari atau wayang kulit dan pasar malam terutama di desa Lo Gantung Semin Gunung Kidul yang hingga saat ini masih rutin menyelenggarakan acara rasulan dengan berbagai pertunjukan biasanya setelah hari raya idul fitri.