Sebagai wilayah pegunungan tentu tidak lepas dari yang namanya batu dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh Gunung Kidul yang nota bene adalah bebatuan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kebutuhan masyarakat seperti membuat rumah dan lain-lain.
Rata-rata masyarakat Gunung Kidul dalam rangka untuk keperluan membuat rumah memanfaatkan batu alam ini sebagai pengganti bata merah atau batako juga hebel, untuk membuat rumah permanen dinding tembok, ada yang menambang sendiri batu-batu tersebut juga ada sebagian yang membeli kepada para penambang karena tidak memiliki peralatan khusus atau karena kemampuan fisik nya sudah berkurang juga alasan praktis tinggal beli yang jelas lebih murah daripada bata asli yang dijual ditoko.
Selain untuk keperluan pembuatan rumah banyak sekali para pengrajin yang memanfaatkan batu ini untuk dibentu berbagai hiasan dan ornamen batu ukir yang dijual hingga ke berbagai pelosok di Indonesia. pengrajin batu ukir ini awalnya cukup banyak bahkan hingga menggunakan peralatan mesin yang modern untuk memotong batu-batu tersebut, mengingat batu atau gunung adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seandainya kebutuhan akan tambang batu sudah menipis otomatis para pengrajin batu ini juga berkurang lambat laun hingga tersisa beberapa saja saat ini.
Batu batu tersebut banyak terdapat diwilayah pegunungan Gunung Kidul diberbagai tempat seperti diladang penduduk juga ditempat yang masih alami karena tidak dapat ditanami oleh warga sehingga menjadi tempat yang masih seperti awalnya yang mana tempat tersebut terdapat bebatuan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti membuat pondasi rumah sehingga oleh masyarakat bau tersebut ditambang dengan peralatan yang mereka miliki dan sisa penambangan memjadi tempat menarik bahkan salah satunya menjadi obyek wisata.
Minggu, 18 Desember 2016
Renungan
Hanya ada satu sudut alam semesta
yang dapat meyakinkan kita dan itu adalah kita sendiri.
Belajar menghargai sebuah nilai bukan menilai sebuah harga.
Semoga kita dijadikan insan-insan yang arif dan bijak terhadap lingkungan dan alam serta memahami arti hidup dan kehidupan.
Tidak ada yang istimewa dibandingkan dengan alam semesta.
Tuhan menciptakan alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir.
Alam semesta ini bermula dari 1 titik kecil.
Belajar memaknai hidup dari alam semesta yang selalu bergerak.
Siapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit pasti tidak akan bersyukur
dengan yang banyak.
Kamis, 15 Desember 2016
Desa Wisata Jelok
Desa Wisata Jelok atau
disingkat Dewielok terletak di Padukuhan (Dusun) Jelok, Desa Beji, Kecamatan
Patuk. Tepatnya di Jalan Wonosari kilometer 25, sekitar 30 kilometer arah
tenggara Kota Yogyakarta, atau 15 kilometer arah barat Kota Wonosari.
Desa Wisata Jelok
mengemas paket wisata sebagai perpaduan upaya pelestarian lingkungan dan
tradisi budaya lokal dengan semangat pluralitas, kebersamaan, dan
kegotongroyongan.
Wisatawan dapat
menikmati wisata pendidikan (non-formal), aneka petualangan, dan atraksi
kesenian tradisional dengan suasana khas alam perdesaan. Jembatan gantung
artistik di atas aliran sungai merupakan lokasi favorit bagi para penggemar
fotografi.
Di sini juga terdapat komunitas belajar yang disebut Kampoeng
Nusantara. Desa wisata yang berharap menjadi Venesia Indonesia ini juga menyajikan paket khusus
wisata Dinner on The River, sensasi menikmati makan malam (romantic dinner) di
atas sungai dengan suguhan kuliner tradisional dan iringan musik etnis Jawa.
Bagi penggemar petualangan, susur Gua Cokakan sambil menikmati
stalaktit dan stalakmit khas gua-gua karst Gunungkidul bisa menjadi pilihan.
Berbagai fasilitas menarik tersedia. Salah satu yang terus dikembangkan adalah cottage unik tempat menginap bagi wisatawan.
Alas Wonosadi Hutan Berpohon Besar
Desa Wisata Wonosadi terletak di
Dusun Duren dan Sidorejo Desa Beji Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul kurang lebih
35 kilometer dari kota Wonosari ibukota Gunung Kidul. Nama Wonosadi sebenarnya
adalah nama hutan yang terletak di lereng perbukitan di dua dusun tersebut.
Hingga sekarang, hutan
ini masih sangat terjaga kelestarian dan kaya berbagai flora dan fauna, serta
terdapat batu-batu alam berukuran besar yang konon merupakan hasil letusan
Gunung berapi Purba. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan masyarakat yang merasa
diberi wewenang dan tanggung jawab oleh pemilik hutan, yaitu Pangeran
Onggolotjo, seorang putra keturunan Majapahit.
Hutan ini sekarang menjadi obyek wisata alam yang merupakan hutan yang masih alami dan memberikan daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam dengan keberadaanya yang masih apa adanya memberikan nuansa yang berbeda dari pada saat kita ditempat lain.
Pohon-pohon besar masih dapat kita jumpai disini dengan berbagai tumbuhan alam yang menjadikan tempat ini sangat indah dan nyaman serta banyak terdapat oksigen yang menyehatkan badan kita. Akses menuju lokasi alas atau hutan ini cukup mudah dengan jalan yang sudah beraspal dari pertigaan Sambipitu ke arak Nglipar hingga sampai wilayah Kecamatan Ngawen ada pertigaan masuk plang alas Wonosadi.
Mutiara Hari Ini
Tentang apa yang telah pergi berdoalah agar kita tabah, Tentang apa yang belum tiba berdoalah agar kita selalu sabar.
Sejelek-jeleknya orang yang terhina masih lebih jelek orang yang menghina.
Nasib alam tergantung pada perilaku kita.
Pembangunan berbasis sumber daya alam harus dijalankan dengan baik, tanpa menguras secara berlebihan, dan tanpa merusak lingkungan demi anak cucu kita.
Kelakuan kita terhadap kehidupan menentukan sikap kehidupan terhadap kita.
Ketika yang lainnya melihat hambatan pastikan diri kita memegang harapan.
Sejelek-jeleknya orang yang terhina masih lebih jelek orang yang menghina.
Nasib alam tergantung pada perilaku kita.
Pembangunan berbasis sumber daya alam harus dijalankan dengan baik, tanpa menguras secara berlebihan, dan tanpa merusak lingkungan demi anak cucu kita.
Kelakuan kita terhadap kehidupan menentukan sikap kehidupan terhadap kita.
Ketika yang lainnya melihat hambatan pastikan diri kita memegang harapan.
Selasa, 13 Desember 2016
Mutiara Hari Ini
Bertindaklah ........kata mutiara
sangat penting menjadikan kita bijaksana tetapi beribu kata mutiara masih kalah
dengan satu aksi tindakan nyata.
Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar kesekelilingnya.
Sepuitis apapun untaian kata yang kuaksarakan dalam bait-bait sajak alam, tetap lebih bermakna doa ku yang mengiba disepertiga malam kepada Nya.
Mangasah mingising budi, Memasuh malaning bumi, Hamemayu hayuning bawono.
Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah.
Datan serik lamun kataman, datan susah lamun kelangan.
Jangan
benci saat sakit hati, jangan sedih saat kehilangan.
Sabar kuwi roso jembar, jembar donyane jembar jiwane, jembar pikirane jembar pasedulurane, lan jembar kamulyane.
Bersahaja padahal jaya, setia padahal banyak pilihan, manja padahal petarung hebat dan rendah hati padahal hebat.
Kamis, 08 Desember 2016
Pasar Playen
Pasar Playen adalah pasar terbesar dikecamatan Playen sebagai pusat kegiatan jual beli masyarakat setempat dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari diwilayah kecamatan tersebut, pasar dengan luas mencapai 1720m2 ini berada didekat kantor camat Playen Gunung Kidul yang menjajakan berbagai jenis dagangan baik sembako, sayuran dan peralatan rumah tangga.
Dagangan yang diperjualbelikan dipasar ini berasal dari petani lokal dan sekitarnya juga beberapa dari luar wilayah ini seperti Bantul dan Klaten yang sengaja berdagang disini karena akses jalan kepasar ini sudah mulus yang terletak dipusat kota Playen Gunung Kidul Yogyakarta.
Sebagian besar pedagang dan pembeli merupakan asli warga Playen yang menggelar dagangan berupa kebutuhan pokok seperti sayuran dan hasil pertanian seperti tahu, tempe, bawang merah, bawang putih, kol, bayam, cabe, daging dan lain-lain.
Selain bertani sebagian masyarakat Playen juga sebagai pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya selain beberapa juga sebagi perantau ke berbagai daerah di Indonesia seperti bekerja di Jakarta.
Dagangan yang diperjualbelikan dipasar ini berasal dari petani lokal dan sekitarnya juga beberapa dari luar wilayah ini seperti Bantul dan Klaten yang sengaja berdagang disini karena akses jalan kepasar ini sudah mulus yang terletak dipusat kota Playen Gunung Kidul Yogyakarta.
Sebagian besar pedagang dan pembeli merupakan asli warga Playen yang menggelar dagangan berupa kebutuhan pokok seperti sayuran dan hasil pertanian seperti tahu, tempe, bawang merah, bawang putih, kol, bayam, cabe, daging dan lain-lain.
Selain bertani sebagian masyarakat Playen juga sebagai pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya selain beberapa juga sebagi perantau ke berbagai daerah di Indonesia seperti bekerja di Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)