Selasa, 29 November 2016

Hutan Wanagama

      Hutan ini meliputi empat desa di dua kecamatan Patuk dan Playen Gunung Kidul, alas atau hutan wanagama dulunya merupakan hutan yang tandus akibat penebangan liar, berdasarkan keprihatinan tersebut pakar dan akademisi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta melakukan reboisasi terhadap hutan ini yang awal mulanya hanya sekitar 10 hektar sekarang telah mencapai 600 hektar dengan berbagai jenis pohon ada di hutan ini.

     Hutan wanagama merupakan hutan buatan yang menunjang ekosistem diwilayah tersebut dengan keberadaan hutan ini menjadi pelindung dan sumber kehidupan makhluk hidup yang berada disekitar hutan tersebut.

     Selain menjadi hutan lindung tempat ini menjadi obyek wisata alam yang memiliki daya tarik luar biasa di Gunung Kidul, Alas atau hutan ini banyak dikunjungi wisatawan dari barbagai daerah di Indonesia terutama para pencinta alam khususnya karena memang hutan ini sekarang sangat asri dan menyejukkan.


     Hutan Wanagama merupakan obyek wisata alam andalan Gunung Kidul selain obyek-obyek wisata alam lain yang banyak terdapat ditempat ini mengingat wilayah ini merupakan wilayah pegunungan dan hutan atau alas yang sebagian masih alami dan apa adanya tidak salah jika anda berkunjung ke Gunung Kidul untuk mengunjungi semua lokasi obyek wisata alam yang banyak terdapat disini.

Pasar Karangmojo

      Pasar Karangmojo barada dipusat kota Karangmojo perempatan lampu merah Karangmojo Gunung Kidul, merupakan pusat jual beli masyarakat Karangmojo dan sekitarnya hari pasaran ramai pada hari tertentu sepekan sekali, pada hari-hari biasa yang bukan hari pasaran yang sudah disepakati bersama yaitu sepekan sekali kondisi pasar ini sepi atau tidak seramai pas hari pasaran tepatnya setiap hari Pahing dalam kalender Jawa yang mana hari pasaran Jawa ada lima hari dalam sepekan yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi masing-masih wilayah di Kabupaten Gunung Kidul memiliki hari pasaran sendiri-sendiri sesuai kesepakatan masyarakat yang bermukim diwilayah tersebut.

     Pedagang dari berbagai desa di Karangmojo dan sekitarnya menggelar dagangannya dipasar ini seperti hasil kebun palawija sayuran dan aneka industri rumahan selain itu juga terdapat kios-kios pertokoan disekitar pasar ini ada yang milik pribadi dan ada yang merupakan fasilitas dipasar ini.

     Rata-rata pasar di Gunung Kidul beroperasi sepekan sekali dengan kalender Jawa menjadi patokan seperti hari pasaran Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing menjadi patokan mereka untuk melakukan kegiatan jual beli dipasar ini.

     Pasar Karangmojo letaknya sangat strategis karena posisinya berada ditengah-tengah antara Kecamatan Ponjong dan Semin juga Semanu dan kota Wonosari selain itu pasar ini terletak dipinggir jalan utama jalan propinsi yang menghubungkan antar kecamatan di Gunung Kidul berada di pusat kota Karang Mojo.


Senin, 28 November 2016

Pasar Ngawen

       Pasar Ngawen adalah pasar tradisional masyarakat kecamatan Ngawen yang berada 200 meter didepan kantor kecamatan Ngawen Gunung Kidul, pasar yang lumayan luas ini masih ada hingga sekarang yang menjadi pusat jual beli kebutuhan sehari-hari masyarakat Ngawen dan sekitarnya.

     Kecamatan Ngawen adalah wilayah paling tepi utara dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Klaten tepatnya di Desa Bayat yang membatasi kedua wilayah tersebut. Pasar yang terletak didepan kantor camat Ngawen ini ramai atau memiliki hari pasaran Legi setiap tiba hari pasaran tersebut pasar ini penuh dengan pedagang dan pembeli yang beraktifitas ditemoat tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

     Pasar Ngawen juga biasa disebut Gudang oleh masyarakat untuk menamai pasar tersebut supaya mudah diingat dan menjadi ciri khas pasar tersebut, dagangan yang diperjual belikan dipasar ini sama dengan pasar lain di Gunung Kidul masih seputaran sembakao untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.

     Lokasi pasar sangat strategis berada ditepi jalan raya utama propinsi antar kota di Kecamatan Ngawen Gunung Kidul tepat disebelah barat pasar ini juga terdapat obyek wisata alam Gunung Gambar kurang lebih 7 kilometer dari pasar ini.

Tahu Bacem

     Tahu bacem adalah makanan favorit saya dengan rasanya yang manis merupakan masakan khas Gunung Kidul juga daerah lain di Indonesia juga banyak ditemukan tahu bacem ini dengan kualitas rasa yang berbeda-beda sesuai daerah masing-masing.

      Tahu bacem ini banyak dijumpai diwarung-warung makan atau diwarung angkringan pasti ada yang namanya tahu bacem khusus untuk tahu bacem Gunung Kidul yang rasanya manis dibuat dengan menggunakan banyak gula merah alami sehingga aman untuk dikonsumsi juga tahu disini tidak mengandung bahan-bahan berbahaya seperti di kota besar yang mana para pembuat tahu sebagian merupakan pembuat tahu secara tradisional dan kapasitas kecil untuk rumahan dan kebutuhan sehari-hari.

      Sering kita lihat berita dimedia masa bahwa banyak tahu yang mengandung bahan pengawet seperti formalin karena agar dapat tahan lama, tetapi seperti kita ketahui bahwa formalin adalah bahan pengawet untuk keperluan medis dan bukan untuk makanan.

     Lokasi pasar sangat strategis berada ditepi jalan raya utama propinsi antar kota di Kecamatan Ngawen Gunung Kidul tepat disebelah barat pasar ini juga terdapat obyek wisata alam Gunung Gambar kurang lebih 7 kilometer dari pasar ini.

Kamis, 24 November 2016

Tempe Kedelai

     Tempe adalah makan khas masyarakat Indonesia dan semua saya yakin sudah mengenalnya banyak ditemukan dimana-mana karena merupakan makanan sehat dan khas nasional Indonesia, Tempe bisa dimasak dengan berbagai cara baik digoreng atau dibacem disayur dan lain-lain tergantung selera.

     Di Gunung Kidul sendiri tempe goreng merupakan makanan utama yang selalu ada setiap hari dimeja makan karena banyak pembuat dan penjual tempe disini sebagai mata pencaharian tetap bahkan tempe adalah makanan wajib yang selalu tersedia karena begitu mudahnya mendapatkan nya.

     Tempe banyal mengandung vitamin karbohidrat mineral dan protein sehingga gizi dari tempe sangat tinggi dan sehat untuk dikonsumsi setiap hari bersama sebagai lauk nasi saat makan besar atau diganyang sebagai cemilan karena proses memasak tempe cukup mudah dan cepat misalnya digoreng tinggal ulek bumbu berupa campuran bawang, garam, ketumbar, merica penyedap rasa sudah tinggal digoreng dengan minyak goreng juga tersedia bumbu tempe instan dalam bentuk sachet yang banyak dijual diwarung.

     Selain itu kita juga dapt membeli tempe yang sudah masak baik diwarung atau di tukang gorengan yang banyak dijajakan dimana saja disekitar kita, di Gunung Kidul sendiri tempe dibuat masakan dalam berbagai bentuk seperti tempe goreng, tempe mendoan, tempr bacem, tempe oreg, dan sayur tempe atau oseng-oseng tempe.

Bus AKAP Maju Lancar

     Bus AKAP Maju Lancar adalah perusaah otobus yang dimiliki oleh asli orang Gunung Kidul yang sekarang ini pertumbuhannya cukup pesat dalam mengembangkan usahanya hingga mampu bersaing dengan persahaan otobus sejenis yang mempunyai trayek sama, namun bus Maju Lancar mampu bersaing dengan sehat untuk bidang tranportasi angkutan darat ini dan masih eksis hingga saat ini.

     Rute bus Maju Lancar melayani Jakarta Gunung Kidul PP hingga ke Pulau Sumatera selain itu juga ada jurusa Jogjakarta Cirebon via Tegal dengan nama Citra Adi Lancar dari berbagai kelas VIP, Bisnis dan Ekonomi.

     Bahkan Majulancar juga turut membesarkan grup musik tradisional yaitu Campur Sari yang merupakan campuran musik tradisional dan modern digabung menjadi satu yang menjadikan hasil kreasi yang enak dinikmati yang terkenal hingga ke seluruh Indonesia.

     Hingga sekarang armada bus ini sudah banyak dan bila musim lebaran atau liburan untuk mengangkut penumpang yang mudik dan balik bila armadanya kurang mencukupi maka ditambah armada tambahan dengan menyewa bus pariwisata. Saat ini Majulancar menempati peringkat 5 nasional dalam hal PO Bus terbaik versi Kementerian Perhubungan dinilai dari keteladanan dan pelayanan dan ketertiban dijalan raya dan penilaian keselamatan berkendara.

Rabu, 23 November 2016

Seni Wayang Kulit

     Kesenian tradisional wayang kulit masih sering dan banyak dipertunjukan atau digelar di wilayah Gunung Kidul ini, mengingat masyarakat Gunung Kidul adalah adalah masyarakat yang tidak terpengaruh oleh modernisasi dan masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi dan budaya sendiri terutama kesenian wayang kulit ini yang mana banyak sekali pengaruh budaya luar yang sangat gencar mempengaruhi generasi mudanya tetapi untuk tetap lestari samapi sekarang kesenian dan budaya tradisioanl wayang kulit ini hingga sekarang.

      Wayang kulit masih banyak digelar menjelang rasulan atau bersih desa tidak jarang banyak juga hajatan warga yang menggelar wayang sebagai hiburannya sehingga wayang kulit masih lestari dan hidup sampai saat ini. 

      Wayang kulit terdiri dari 400 buah anak wayang yang disimpan dalam kotak dan gamelan slendro pelog serta Dalang sebagai sutradara dan yang memeinkan wayang tersebut selain itu ada niyogo atau pengrawit yang memainkan gamelan untuk mengiringi pagelaran wayang tersebut dan waranggono sebagai pengiring juga dalam melantunkan gending-gending untuk memperlengkap pertunjukan.

     Berbeda dengan pagelaran wayang kulit jaman dahulu yang tersaji klasik dan masih sakral serta masih alami tradisional, sekarang ini sudah ditambah dengan berbagai kreasi dan inovasi berupa musik campursari dan perlalatan serta pertunjukan panggung modern yang mirip studio atau diorama suatu pertunjukan panggung, selain untuk menarik minat para penonton juga untuk mempertahankan seni tradisi wayang kulit ini agar tidak mati dimakan zaman sehingga berbagai cara dilakukan oleh kru dalam seni pagelaran tersebut.