Selasa, 21 Februari 2017

Gudeg Jogja

     Gudeg makanan khas Yogjakarta juga terdapat di Gunung Kidul yang merupakan salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, makanan yang terbuat dari nangka muda dan santan ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk memasaknya menjadi gudeg yang berkualitas sampai berwarna kecoklatan yang dihasilkan dari daun jati yang juga dimasak bersama 

      Gudeg disajikan bersama nasi dan ayam kampung, telur, tahu bacem dan sambel goreng atau sayur lombok khas Gunung Kidul, gudeg banyak terdapat diwarung-warung nasi terutama diperkotaan di Gunung Kidul dan sekitarnya karena khas nya menu ini hingga sudah dikenal di Indonesia dan juga luar negeri.

      Saat makan di warung yang terdapat menu gudeg ini jangan lupa untuk mencoba mencicipinya bila anda sedang berkunjung ke daerah Wonosari Gunung Kidul dan sekitarnya dan rasakan sensasi makan makanan tradisional disini bersama saat berekreasi ataupun sedang tugas.

Jumat, 17 Februari 2017

Rekomendasi Wisata Saat Musim Hujan Di Gunung Kidul

     Mengingat sekarang ini sedang musim penghujan sejak beberapa bulan yang lalu tetapi jangan menyurutkan langkah kita untuk beraktivitas seperti biasanya terutama aktivitas sehari-hari dalam hal bekerja atau berkarya bahkan dalam hal berrekreasi sekalipun bila memang waktu yang dimiliki adalah saat musim hujan ini saya sarankan bila bepergian berrekreasi ke daerah Gunung Kidul Yogyakarta dan sekitarnya agar berhati-hati mengingat jalanan saat basah bisa saja licin dan jarak pandang juga terbatas agar selalu waspada dan mempersiapkan safety serta segala perlengkapan lain yang dibutuhkan saat kegiatan tersebut.

     Obyek-obyek wisata alam yang dapat kita kunjungi saat musim hujan di Gunung Kidul diantaranya adalah wisata pantai dengan catatan tetap berhati-hati untuk wisata goa disarankan jangan apalagi sungai bawah tanah dan sungai lain yang setiap saat air bisa saja tiba-tiba datang akibat hujan deras diwilayah hulu misalnya.


     Selain persiapan safety juga kesehatan dan badan yang fit menjadi hal wajib yang harus dipersiapkan saat mau berpetualang dimusim hujan seperti sekarang ini karena dengan cuaca dingain seperti ini bisa saja mengganggu kesehatan kita dimanapun kita berada.

Selasa, 24 Januari 2017

Hutan Wonogomo

     Hutan ini meliputi empat desa di dua kecamatan Patuk dan Playen Gunung Kidul, alas atau hutan wanagama dulunya merupakan hutan yang tandus akibat penebangan liar, berdasarkan keprihatinan tersebut pakar dan akademisi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta melakukan reboisasi terhadap hutan ini yang mulanya hanya sekitar 10 hektar sekarang telah mencapai 600 hektar dengan berbagai jenis pohon ada di hutan ini.

     Hutan wanagama merupakan hutan buatan yang dapat menunjang ekosistem di wilayah tersebut, dengan keberadaan hutan ini menjadi pelindung dan sumber kehidupan makhluk hidup yang berada disekitar hutan tersebut termasuk memenuhi kebutuhan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.

     Selain menjadi hutan lindung tempat ini menjadi obyek wisata alam yang memiliki daya tarik luar biasa di Gunung Kidul, banyak dikunjungi wisatawan dari barbagai daerah di Indonesia dan menjadi tempat yang adem untuk menyegarkan diri atau refreshing juga liburan bersama alam. Disinilah tempat yang nyaman untuk berinteraksi dengan alam dan tumbuhan di Gunung Kidul Yogyakarta. 

      Hutan wanagama menjadi obyek vital strategis terciptanya kondisi lingkungan yang hijau dan menjaga alam sekitar diwilayah ini dengan keberadaannya yang alami dan hijau menjadikan hutan ini sebagai hutan percontohan juga sebagai sarana berinteraksi dengan alam yang nyaman dan damai.

     Hutan wanagama berlokasi di dua kecamatan sebelum memasuki kota Wonosari jalan arah Gunung Kidul dari kota Yogyakarta setelah naik tanjakan Piyungan yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul setelah sampai kawasan hutan Bunder disitulah akses masuk hutan Wanagama ditepi jalan raya Jogja Wonosari.

Goa Jomblang

  Goa Jomblang adalah sebuah goa vertikal yang terdapat di Desa Jetis Wetan Kecamatan Semanu Gunung Kidul, goa dengan nama jomblang ini konon merupakan tempat pembantaian anggota PKI sekitar tahun 1970 an dengan cara diletakkan dibibir goa dan tangan saling diikat satu sama lain sehingga jika satu jatuh ikut terjatuh semua sehingga tempat ini merupakan tempat yang angker bagi sebagian masyarakat namun seiring dengan banyaknya penjelajah kedalam goa ini menjadikan tempat ini sebagai obyek menarik dan menjadi salah satu obyek wisata alam andalan Gunung Kidul saat ini.

     Kedalaman goa ini mencapai 80 meter dari bibir ke ujung goa dabawah tanah, cara untuk menelusuri atau menjelajah goa ini dengan cara bergelantungan menggunakan tali tambang yang kuat yang telah disediakan disana, diperlukan teknik atau ketrampilan khusus untuk dapat mencapai dalam goa.

     Keindahan pemandangan di dalam goa sangat memanjakan mata dengan berbagai tumbuhan alami yang terdapat disana juga terdapat aliran sungai bawah tanah yang merupakan kali suci juga melintasi dalam goa ini dan terhubung dengan goa lain yaitu goa grubug .

     Goa Jomblang merupakan salah satu goa dari banyak goa yang terdapat di Gunung Kidul masing-masing goa memiliki keunikan sendiri-sendiri dan menantang untuk dikunjungi, keberadaanya yang masih alami adalah nilai tambah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pancinta alam khususnya maupun wisatawan umumnya, kesulitan mengakses tempat ini bukan hambatan justru menjadi tantangan yang menarik dan unik serta mengasyikkan menantang nyali dan andrenalin.


     Silahkan datang berkunjung ke Goa Jomblang Jetis Semanu Gunung Kidul 15 KM arah timur dari kota Wonosari dengan jalan yang sudah beraspal dapat dilalui roda 2 maupun roda 4 setelah sampai di Semanu kita bisa bertanya kepada warga masyarakat sekitar pasti akan ditunjukkan arah menuju lokasi goa ini karena memang sudah cukup dikenal luas masyarakat lokal maupun di Indonesia pada umumnya.

Peyek Kedelai

Peyek banyak dijumpai dimana-mana termasuk di Gunung Kidul makanan berbahan tepung ini merupakan cemilan dikala santai yang nikmat disantap bersama teh manis hangat. Ada beraneka macam peyek ada peyek kacang, peyek kacang, peyek udang, peyek belut, peyek undur dan lain-lain. Yang akan kita bahas disini adalah cara membuat peyek kedelai 

Bahan :


* Kedelai kupas secukupnya

* Kemiri secukupnya
* Bawang putih secukupnya
* Ketumbar secukupnya
* Tepung beras secukupnya
* Tepung tapioka secukupnya
* Santan kelapa secukupnya
* Air putih masak secukupnya
* Telur secukupnya
* Daun jeruk nipis secukupnya
* Garam / penyedap rasa secukupnya
* Minyak goreng

Cara Membuat :


* Campurkan telur ayam bersama semua bumbu diatas dengan dihaluskan dahulu 

* Campurkan kedelai adonan tepung beras dan tapioka bersama semua bumbu tadi dan daun jeruk beserta santan
* Panaskan minyak goreng pada wajan penggorengan kemudian gorenglah adonan tadi membentuk lingkaran peyek tunggu hingga matang kecoklatan.

Senin, 23 Januari 2017

Watu Payung Tahunan Semin

     Watu payung adalah sebuah batu yang terdapat diatas batu lain yang menyangganya sehingga seperti sebuah payung dan uniknya batu ini konon menurut cerita kalau dijatuhkan dari penyangganya akan kembali lagi keposisi semula lagi begitu seterusnya tetapi saya juga belum mengetahui mengenai kebenaran cerita ini tetapi batu tersebut masih ada sampai sekarang dan menjadi nama dari daerah lokasi tersebut, tepatnya disamping jembatan jalan raya Semin Ngawen Dusun Tahunan Desa Bulurejo Kecamatan Semin Gunung Kidul.


      Batu ini memang terletak disungai yang hilirnya menuju sungai Oya yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Gunung Kidul, watu payung diabadikan untuk menamai tempat atau area disekitar nya yang merupakan sebuah dusun yang dilintasi jalan raya utama Ngawen Semin merupakan jalan propinsi atau jalan utama penghubung antar kecamatan dan kabupaten.

      Keberadaan dan eksistensi batu ini masih dipertahankan hingga sekarang oleh masyarakat sekitar dan bagi yang penasaran silahkan lewat dijembatan dusun Tahunan desa Bulurejo samping SMU 3 Semin Gunung Kidul Yogyakarta pada sebuah jalan propinsi penghubung antara Kecamatan Semin dan Ngawen Gunung Kidul.


Lokasi persisnya disamping SMU N 3 Semin dari pasar Semin terminal lama ke arah utara kurang lebih 3 Km ada pertigaan besar ke dua kalau lurus ke arah Kabupaten Klaten dan sekitarnya dipertigaan tersebut belok kiri kurang lebih 1 Km ada sekolah SMU N 3 Semin ada disebelah barat nya terdapat sungai dan jembatan dibawah jembatan tersebut Watu Payung ini berada dan masih ada hingga sekarang.



Pondok Pesantren Darush Sholihin Panggang

     Pondok Pesantren Darush Sholihin Warak, Giri Sekar Panggang Gunung Kidul merupakan sebuah pondok pesantren tempat menimba ilmu agama islam warga sekitar yang bermukim diwilayah itu yang pada awalnya di ikuti oleh santri taman pendidikan alquran yang sudah ada didaerah itu sebelumya.

      Pesantren ini berdiri sejak tahun 2011 selepas Idul Fitri dengan dana yang diperoleh dari sumbangan muhsinin, yang kemudian didirikanlah pesantren ini dengan lahan sekitar 500m2, di Dusun Warak Desa Girisekar Kecamatan Panggang Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta 55872, yang mengasuh santri dari berbagai usia anak-anak hingga dewasa dengan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap minggunya dan diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah disekitarnya.


      Santri disini rata-rata miskin sehingga dibebaskan dari biaya pendidikan untuk mengikuti kegiatan pendidikan disini, bahkan jika ada bantuan zakat merekalah akhirnya yang mendapat bantuan, mereka telah disediakan peralatan tulis dan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk belajar hingga saat ini santri dipondok ini sudah cukup banyak.